31 Desember 2008

Mari berfikir sederhana

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini :

1. Detektor Kotak Sabun

Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong.


Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

2. Bolpen Luar Angkasa

Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?. Mereka menggunakan pensil!.

3. Lift yang Sibuk

Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve.

Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, “Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu”. Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan “menunggu” dan merasa “tidak menunggu lift”.

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat elakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

Label:


Selanjutnya!

diposting oleh Suparman @ 17.00   3 Komentar

Musik klasik atau morottal?

Kehidupan ini sungguh unik, banyak hal-hal yang sudah langka dan banyak ditinggalkan orang, tiba-tiba dipasarkan ulang secara besar-besaran dan laku keras. Salah satu barang antik yang kini sedang naik daun adalah musik klasik. Selama bertahun-tahun, jenis musik ini hanya dinikmati oleh kelompok sosial tertentu yang sangat terbatas jumlahnya. Jika kita bertanya pada remaja-remaja perkotaan yang umumnya menyukai musik dan menguasai judul lagu-lagu berikut isinya, mungkin tidak satupun di antara mereka yang tahu tentang musik klasik karya-karya Mozart, Vivaldi dll. Jangankan kalangan remaja, orang-orang dewasa pun mungkin hanya tahu nama-nama pemusik klasik sekadarnya saja, adapun lagu-lagu klasiknya sendiri boleh jadi tidak pernah mereka dengar.


Namun, kini keadaannya menjadi berbeda. Musik klasik sekarang menjadi dewa yang dilahirkan kembali. Atas nama penelitian-penelitian intensif di negara-negara Barat, musik klasik dipromosikan sebagai sebuah produk seni yang tidak sekadar berefek menghibur (entertaining effect), tapi juga punya efek menunjang belajar (learning-support effect) serta efek memperkaya fikiran (enriching-mind effect).

Dalam perkembangan pendidikan terbaru saat ini, musik klasik (dengan ketukan tertentu yang selaras dengan detak jantung manusia—jadi tidak semua jenis musik klasik) menjadi sarana penting dalam belajar di ruang-ruang kelas. Buku-buku pendidikan dengan penjualan best seller international, seperti Quantum Learning, Quantum Teaching dan The learning Revolution, semuanya mempromosikan musik klasik untuk digunakan sebagai program belajar. Sebagai dampak dari ide yang kompak dan serempak ini, beberapa lembaga pendidikan saat ini sedang berlomba-lomba membunyikan musik klasik sebagai pengiring kegiatan belajar mengajar di kelas. Fenomena ini bisa kita sebut sebagai “efek promosi Quantum Learning”. Efek promosi Quantum Learning ini juga merembet ke lembaga-lembaga pendidikan luar sekolah. Banyak lembaga-lembaga kursus dan pelatihan di kota-kota besar Indonesia saat ini yang memperdagangkan program-program learning skill berbasis Quantum Learning.

Lalu mengapa musik klasik? Atau bahkan mengapa musik digunakan dalam program belajar? Alasannya karena musik merupakan salah satu “makanan” penting dari otak kanan. Selama ini program belajar hanya memfungsikan otak kiri semata yang melulu bersifat linear, logis dan matematis. Penggunaan otak yang tidak seimbang ini kemudian cepat menimbulkan kelelahan dan kejenuhan bagi orang yang belajar. Otak kanan yang tidak punya kerjaan tadi kemudian berfungsi sebagai pengganggu saudaranya, otak kiri yang sedang pusing dengan rumus-rumus dan hafalan. Di sinilah fungsi musik klasik (begitu pula warna-warni dan gambar) dalam belajar. Ia memberi sebuah aktifitas bagi otak kanan sehingga ia tidak lagi mengganggu otak kiri di saat belajar.

Pengalaman penulis sendiri, pada semester terakhir di SMP (kira-kira 10 tahun yang lalu), penulis selalu ditemani musik radio saat belajar. Tentu saja musik yang didengarkan adalah musik pop, bukan musik klasik. Pada saat itu memang ada perubahan yang sangat signifikan dalam stabilitas semangat belajar serta hasilnya. Penulis yang tidak pernah mendapat ranking sepuluh besar sepanjang belajar di SMP (bahkan sejak di SD), muncul dengan NEM tertinggi di sekolah yang tentu saja membuat banyak siswa lain terkejut. Musik tentu saja bukan satu-satunya faktor sukses, tapi siapa tahu ia memang memberi pengaruh positif dalam mendukung kegiatan belajar.

Bagi kalangan muslim, hal ini tentu saja tidak sederhana, karena musik pop atau bahkan musik klasik tidak mendapatkan pembolehan dari mayoritas ulama Islam yang terpercaya karena alasan-alasan yang syar’i. Namun, pada saat ini nasyid berkembang dengan baik di berbagai belahan dunia muslim. Jadi, bagi setiap muslim, tidak perlu mendengarkan musik-musik pop yang isinya seronok dan melalaikan itu untuk meningkatkan hasil belajar, dengarkan saja nasyid Islami sebagai alternatif. Hasilnya juga tentu tidak kalah dari musik klasik.

Apa yang dibahas di atas merupakan efek pendukung belajar dari musik klasik. Musik klasik juga punya efek memperkaya fikiran. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa musik klasik yang diperdengarkan secara terpola pada janin di dalam kandungan bisa meningkatkan kecerdasan janin-janin ini kelak ketika lahir. Dalam buku Cara Baru Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan oleh Van de Carr dan Lehrer, diceritakan tentang seorang konduktor simfoni terkenal, Boris Brott, yang suatu hari merasa akrab dengan irama selo yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Ketika ia menceritakan hal itu pada ibunya yang merupakan seorang pemain selo profesional, ibunya menjadi heran. Ternyata musik selo tersebut sering ia mainkan ketika Brott masih di dalam kandungannya.

Ketika membaca cerita ini, penulis tersentak dan teringat dengan banyak ulama klasik dan modern yang mempunyai prestasi-prestasi raksasa. Banyak dari para ulama ini yang sangat cerdas dan mampu menghafalkan seluruh Al-Qur’an pada usia sepuluh atau belasan tahun, sebut saja misalnya Imam Syafi’I, Hasan Al-Banna atau Sayyid Qutb. Mungkinkah ini karena bacaan Al-Qur’an orang tua mereka sangat efektif dan memberi stimulus (rangsangan) bagi akal para ulama ini sejak mereka masih di dalam kandungan? Jadi bagi setiap muslim yang memiliki keimanan di dalam hatinya ketika mendengar tentang teori-teori terbaru yang ada sekarang terkait dengan efek musik (klasik) terhadap kecerdasan janin hendaknya jangan terlalu kaget, terperangah apalagi merasa inferior. Semua hal positif dari penelitian-penelitian itu sudah menjadi tradisi Islam sejak lama. Jadi ketimbang anda ikut-ikutan jadi korban promosi “Efek Mozart” ala Barat, lanjutkan saja tradisi “Efek Murottal” para ulama Islam, dan silahkan bandingkan hasilnya.

Alwi Alatas

Label:


Selanjutnya!

diposting oleh Suparman @ 16.48   1 Komentar

Ngopi dulu aahhh......

Kebanyakan begadang, membuatku jadi akrab kembali dengan kopi. Kafeinnya lumayan bisa membuat fisik jadi "sok" tahan. Ditemani cireng dan bala-bala(karena kehabisan stok kerupuk jengkol) membuat mataku agak lebih sibuk untuk tetap berjaga sampai kerjaan selese.

Ngomong-ngomong tentang kopi, ada suatu fenomena menarik ketika cangkir kopi kita tunmpah (sedikit), lalu kita diamkan sampai menguap sendiri. Setelah kering kita akan menemukan sebuah bentuk yang unik menyerupai cincin. Tumpahan kopi ini ternyata mampu menginspirasi ilmuwan mengembangkan aplikasi nanoteknologi.Mengapa bisa begitu?


Cairan kopi sebetulnya hampir seluruhnya terdiri dari air. Hanya di dalam air tersebut telah terkandung larutan butir-butir kopi yang sangat kecil. Pada temperatur ruang di sekitar kita, molekul-molekul air dalam gelas bergerak secara acak, dan gerakan ini membuat butir-butir kopi selalu terhantam-hantam oleh molekul air yang mengelilinginya. Karena itu, jika dilihat di bawah mikroskop, maka butir-butir kopi akan terlihat bagaikan menari liar tak beraturan. Saat kita menumpahkan cairan kopi keluar gelas, maka sekelompok butir-butir kopi juga akan ikut tertuang keluar.

Penguapan (dan Pengembunan) Air yang Kontinu

Berlawanan dengan kesalahpahaman yang umum ditemui, penguapan air dapat terjadi tanpa menunggu air mendidih terlebih dulu. Artinya, jika setetes air tertumpah dan kita biarkan begitu saja, maka setelah beberapa saat akan mengering dengan sendirinya. Bagaimana bisa?

Dalam tetesan air ini, molekul-molekul air juga menjalankan gerakan acaknya, persis seperti gerakan molekul-molekul air dalam larutan kopi yang kita nikmati. Jika sebuah molekul air kebetulan sedang berada dekat permukaan tumpahan tetesan kita, maka gerakan acaknya dapat mendorong molekul tersebut keluar dari genangan dan bergabung dengan udara di atasnya; dengan kata lain, molekul ini dikatakan menguap. Namun kadang, karena terdorong oleh gerakan acak yang sama, molekul air yang telah menguap tersebut kembali menumbuk genangan air di bawahnya untuk mengembun dan bergabung ke dalam genangan tumpahan. Proses ini berulang secara kontinu.

Aliran Air di dalam Tumpahan

Mari kembali ke tumpahan kopi kita. Ternyata, laju proses pengembunan di tumpahan kopi ini tidak merata. Di tepian tumpahan, proses pengembunan sangat jarang terjadi karena terhalang oleh permukaan meja di sekitar tumpahan. Akibatnya, penguapan di bagian tepian tumpahan menjadi jauh lebih lancar daripada proses penguapan di bagian tengah

tumpahan.

Sebagai efek berikutnya, molekul-molekul air yang banyak "menghilang" menguap dari tepian tumpahan akan menarik molekul-molekul air dari bagian tengah tumpahan. Alhasil, sebuah aliran air yang rapih pun terbentuk di dalam tumpahan: aliran tersebut selalu mengalir dari bagian tengah menuju ke bagian tepian. Saat mengikuti aliran ini, molekul-molekul air menyeret serta butir-butir kopi hingga ke tepian tumpahan. Seretan yang terus menerus inilah yang akhirnya menyebabkan butir-butir kopi menjadi terkumpul di tepian tumpahan. Karena paduan antara aliran air ini (dari bagian tengah ke tepian tumpahan) dan proses penguapan (yang lancar terjadi di tepian tumpahan), maka perlahan-lahan tepian tumpahan akan menyurut ke tengah sambil terus menyusun rangkaian pola lingkaran gelap yang teratur. Pola ini lazim disebut sebagai "cincin kopi", karena memang warna gelapnya ditimbulkan oleh timbunan butir kopi yang terkumpul di sana.

Ragam Aplikasinya

Dengan mengamati pola "cincin kopi", ilmuwan dapat mempelajari berbagai kemungkinan aliran air yang bisa terbentuk dalam sebuah tetesan air yang menguap. Fenomena aliran ini dikategorikan sebagai fenomena mikrofluida, yaitu dinamika aliran fluida di skala sepersejuta meter.

Sementara itu, bagi para praktisi di kalangan industri, fenomena ini pun tidak kalah pentingnya. Jika aliran di dalam tetesan air tadi dapat dikendalikan dengan baik, maka kemampuan ini dapat diterapkan dalam banyak hal. Misalnya, teknik pencetakan yang menggunakan ink-jet dapat disempurnakan agar gambar yang dihasilkan menjadi lebih tajam. Atau, metode penyemprotan pestisida di atas permukaan daun, atau penyemprotan cat di atas permukaan mobil, dapat diperbaiki agar hasil semprotannya dapat tersebar dengan baik merata. Di skala yang lebih rumit lagi, aliran mikrofluida ini bahkan dapat digunakan sebagai alternatif murah-meriah untuk menyusun partikel-partikel berukuran sepersemiliar meter menjadi beragam piranti nanoteknologi.

sumber: www.netsains.com

Label:


Selanjutnya!

diposting oleh Suparman @ 16.18   1 Komentar

30 Desember 2008

Menjadi Seperti Apa Yang Anda Inginkan

Hari ini saya ingin berbagi cerita tentang kisah keyakinan, kegigihan, keberanian dan semangat yang selalu menggelora yang ada dalam diri Wilma Rudolph.Dengannya, dia menjadi seperti yang dia inginkan.


Kisahnya dimulai di sebuah tempat terpencil di Tenessee , USA. Seorang bayi perempuan lahir di tengah keluarga yang sangat miskin. Anak itu adalah anak ke 20 dari 22 bersaudara, lahir premature dan lemah. Kelangsungan hidupnya diragukan semua orang. Ketika berumur empat tahun dia menderita Pneumonia parah dan demam scarlet – sebuah kombinasi penyakit yang mematikan yang membuat kaki kirinya lumpuh dan tidak bisa digunakan. Dia harus menggunakan penyangga kaki dari besi untuk membantunya berjalan.

Namun anak ini sangat beruntung karena memiliki seorang ibu yang selalu memberikan dorongan dan semangat padanya.

Ibunya yang luar biasa selalu mengatakan pada anaknya yang ternyata sangat pandai tersebut bahwa walaupun kakinya harus menggunakan penyangga, dia dapat melakukan apapun yang dia inginkan dalam hidupnya.

Ibunya mengatakan bahwa untuk itu yang harus dimilikinya adalah keyakinan, kegigihan, keberanian dan semangat yang selalu menggelora.

Lalu pada usia Sembilan tahun, gadis kecil tersebut memutuskan untuk melepaskan penyangga kakinya dan mulai melangkahkan kakinya yang kata dokter tidak akan bisa normal kembali. Dalam empat tahun dia mulai dapat berjalan secara normal, ini sebuah keajaiban bagi dunia medis.

Dikemudian hari, gadis itu memiliki sebuah impian untuk menjadi pelari wanita terhebat di dunia. Pertanyaannya, mungkinkah dengan kaki yang tidak sempurna seperti itu?

Di usia yang ke tiga belas tahun, dia mulai mengikuti lomba lari. Dia menjadi yang terakhir mencapai finish. Dia selalu mengikuti setiap perlombaan lari di SMA dan dalam setiap perlombaan dia selalu menjadi yang terakhir mencapai finish. Semua orang memintanya untuk menyerah saja! Sampai suatu hari, dia tidak menjadi yang paling akhir mencapai finish dan akhirnya tibalah hari dimana dia memenangkan lomba lari. Sejak sat itu Wilma Rudolph selalu memenangkan perlombaan lari yang dia ikuti.

Wilma melanjutkan sekolahnya di Tenessee State University di mana dia bertemu dengan seorang pelatih bernama Ed Temple. Ed Temple melihat semangat yang menggelora pada diri Wilma dan dia juga melihat sebuah bakat natural dalam diri Wilma. Dia melatih Wilma sampai Wilma terpilih untuk masuk dalam Tim Olimpiade Amerika.

Pada olimpiade roma 1960, Wilma harus bertanding melawan Jutta Heine, sorang pelari asal Jerman yang merupakan pelari terhebat saat itu. Tak seorang pun bisa mengalahkan Jutta, namun dalam nomor lari gawang 100 meter, Wilma Rudolph memenangkan pertandingan. Dia mengalahkan Jutta lagi pada nomor lari 200 meter. Sekarang Wilma memenangkan 2 medali emas.

Akhirnya di nomor lari 400 meter estafet, Wilma bertemu Jutta lagi. Dua pelari pertama dalam team Wilma melakukan estafet tongkat dengan sempurna, namun saat pelari ketiga menyerahkan tongkat pada Wilma, dia menjatuhkannya karena sangat tegang. Wilma melihat Jutta sudah berlari di lintasan mendahuluinya. Dalam situasi seperti itu sangatlah tidak mungkin untuk mengejar dan mendahului pelari sekeleas Jutta. Namun akhirnya Wilma melakukannya, dia kembali mengalahkan Jutta Heine. Wilma Rudolph berhasil memenangkan 3 Medali Emas Olimpiade!

Label:


Selanjutnya!

diposting oleh Suparman @ 15.54   1 Komentar

24 Desember 2008

Math maze game pertamaku

Akhirnya jadi juga.....

Setelah begadang bermalam-malam, akhirnya game math maze berhasil kuselesaikan. Dengan modal seadanya, berupa kerupuk jengkol dan milo, + seperangkat komputer, beberapa penambalan berhasil kuselesaikan.


Game ini adalah game edukasi matematika tingkat smp. Khusunya tentang bangun ruang. di game ini player diminta menghitung jumlah kubus kecil yang menyusun bangunan yang berputar. di level yang kedua diminta menghitung jumlah keramik yang menyusun bangunan tersebut. Tapi asyik juga, karena player bisa jalan-jalan dalam sebuah maze dengan mengendalikan mobil 3 dimensi seperti layaknya game racing 3d.

Walaupun desainnya masih "acak adut", tapi enginnya bekerja dengan baik. buat teman-teman yang mau mencoba karya pertamaku bisa di download di sini

enjoy!

Selanjutnya!

diposting oleh Suparman @ 11.20   1 Komentar

23 Desember 2008

Trik menyelamatkan file

Ketika windows kita mengalami problem, alias mogok, sehingga tidak berjalan normal, atau malah tampil blue sreen,lalau kita kehabisan akal untuk mengatasinya, biasanya kita install ulang windowsnya. gawatnya, di my document ternyata masih ada file penting kita. nah...lo! gimana caranya tuh?

Gampang....! tenang..tenang..!
cara yang pernah saya pakai adalah begini:
1. Siapkan sekantung kerupuk jengkol dan secangkir milo(karena saat itu saya sedang "kabulusan").
2. Siapkan cd win xp (kasus saya pake win xp sp2)
3. Mulai penginstalan dengan booting dari cd.
4. Pilih drive sesuai selera.
5. Jangan memilih format!!!sekali lagi jangaaaaan!

nah..ketika penginstalan udah selesai, buka folder tempat my document kita yang dulu.
pasti tidak akan bisa dibuka..! akan muncul pesan error "...not accessible.... access is denied."bener khan? saya tea atuh....
selanjutnya ikuti instruksi dibawah ini:

nih file aslinya! nah lo......bahasa inggris...

To resolve this issue, you must turn off Simple File Sharing, and then take ownership of the folder:
1. Turn off Simple File Sharing:
a. Click Start, and then click My Computer
b. On the Tools menu, click Folder Options, and then click the View tab.
c. Under Advanced Settings, click to clear the Use simple file sharing
(Recommended)
check box, and then click OK.
2. Right-click the folder that you want to take ownership of, and then click Properties.
3. Click the Security tab, and then click OK on the Security message, if one appears.
4. Click Advanced, and then click the Owner tab.
5. In the Name list, click your user name, Administrator if you are logged in as Administrator, or click the Administrators group. If you want to take ownership of the contents of that folder, click to select the Replace owner on subcontainers and objects check box.
6. Click OK.
You may receive the following error message, where Folder is the name of the folder that you want to take ownership of:
"You do not have permission to read the contents of directory Folder. Do you want to replace the directory permissions with permissions granting you Full Control? All permissions will be replaced if you press Yes."
7. Click Yes.
8. Click OK, and then reapply the permissions and security settings that you want for the folder and the folder contents.

ngerti ga?
kurang leuwih kieu yeuh:

Untuk mengatasi masalah ini, kamu harus mematikan simple file sharing. terus mengambil alih kekuasaan terhadap folder tersebut. caranya:
1. minum dulu milonya dan 3 keping kerupuk jengkol (kalo mampu beli)
2. matikan simple file sharing nya.
a. KlikStart, selanjutnya klik My Computer.
b. pada Tools menu, klik Folder Options, lalu pilih tab View.
c. Dalam daftar Advanced Settings, Hilangkan tanda centang pada chek box Use simple file sharing (Recommended), lalu OK.
3. Klik kanan folder yang akan kita buka, selanjutnya pilih Properties.
4. Klik tab Security, selanjutnya klik OK pada the pesan Security jika muncul.
5. Klik Advanced, lalu klik tab Owner.
6. Pada daftar nama, Klik user name kamu, Administrator jika kamu login sebagai administrator, atau klik grup Administrators. Jika kamu akan mengambil alih folder tersebut dari user sebelumnya, centang cek box Replace owner on subcontainers and objects.
KLik OK.
kamu akan menerima pesan error,
"You do not have permission to read the contents of directory Folder. Do you want to replace the directory permissions with permissions granting you Full Control? All permissions will be replaced if you press Yes.
7. Klik Yes
8. Klik OK, dan selanjutnya lakukan hal yang sama pada folder-folder lainnya. Beberapa folder bisa sekaligus di blok koq!


Label:


Selanjutnya!

diposting oleh Suparman @ 13.36   0 Komentar

Pagi yang dingin


Hari ini ladang as-syifa masih diguyur hujan sejak kemaren sore. Hujan"ngeprul" kalo istilah jermannya. Hujan rintik-rintik tapi lama. Kadang berhenti sejenak memberi kesempatan kita untuk berpindah tempat. sangat romantis..........., kata yang suka romantis-romantisan.

Walau kadang agak menghambat aktivitas, saya selalu berusaha untuk berfikir positif dengan datangnya setiap situasi yang terjadi. termasuk dengan musim hujan. Dengan jelas sekali dalam Al-Qur'an bahwa Allah menurunkan air hujan itu sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dengan datangnya musim hujan, tumbuh-tumbuhan kembali hijau setelah menjalani musim kemarau yang sedikit air. Bergulirnya musim kawin bagi semua makhluk hidup. dll


Ada satu hal yang jarang kita renungkan. Pernahkan kita berfikir, kenapa kita bisa hujan-hujanan dengan aman dibawah hantaman butir-butir air hujan, padahal air hujan jatuh dari tempat yang sangat tinggi. Yang tentunya ketika jatuh ke bawah mengalami percepatan yang sebanding dengan jarak jatuhnya. maka tidak ada tempat yang aman ketika hujan, walau pake helm sekalipun. Dan genteng pun, mungkin bisa bolong juga. kabayang juga kalau kepala kita kurang rambut....alias botak..

Lalu kenapa kita tidak mengalami kejadian seperti itu? jawabannya adalah, karena butir air hujan berbentuk khas yang menyebabkan butir air hujan TIDAK MENGALAMI PERCEPATAN ketika menghantam bumi. Ini ada dalam Al-Qur'an. Dalam ayat kesebelas Surat az-Zukhruf, hujan didefinisikan sebagai air yang diturunkan dengan "ukuran yang sesuai", sebagai berikut:

Ia menurunkan (dari waktu ke waktu) hujan dari langit sesuai dengan ukuran, dan Kami hidupkan dengan itu daerah yang sudah mati. Demikian juga kamu akan dibangkitkan (dari kematian). (Surat az-Zukhruf, 11)

"Ukuran" yang disebutkan di ayat ini berkaitan dengan sepasang sifat hujan. Pertama, air hujan yang jatuh di bumi selalu sama. Diperkirakan, dalam satu detik, 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini sama dengan curah air yang jatuh ke bumi dalam satu detik. Ini berarti bahwa air beredar terus-menerus di suatu daur yang seimbang menurut suatu "ukuran".

Suatu ukuran lain yang terkait dengan hujan adalah mengenai kecepatan jatuhnya. Ketinggian minimal awan mendung adalah 1.200 meter. Bila jatuh dari ketinggian ini, suatu obyek yang bobot dan ukurannya sama dengan air hujan akan semakin cepat dan jatuh ke tanah dengan kecepatan 558 km/jam. Tentu saja, obyek apa pun yang membentur tanah dengan kecepatan itu akan menyebabkan kerusakan besar. Jika hujan yang terjadi itu jatuh dengan cara seperti itu, semua lahan panenan akan hancur, kawasan pemukiman, perumahan, dan mobil-mobil akan remuk, dan orang-orang tidak bisa berjalan-jalan tanpa perlindungan ekstra. Padahal, perhitungan ini hanya untuk awan setinggi 1.200 meter; ada juga awan mendung setinggi 10.000 meter. Air hujan dari tempat setinggi ini bisa memiliki kecepatan yang amat merusak.

Akan tetapi, kenyataannya tidak begitu. Dari ketinggian berapa pun, kecepatan air hujan hanya 8-10 km/jam kala menimpa tanah. Alasan untuk hal ini adalah bentuk istimewa yang mereka ambil. Bentuk istimewa ini meningkatkan pengaruh pemecah di atmosfir dan mencegah pemercepatan kala air hujan mencapai "batas" kecepatan tertentu. (Dewasa ini parasut dirancang dengan menggunakan teknik ini.)

Ini belum semua "ukuran" hujan. Untuk contoh, di lapisan atmosfir tempat berawalnya hujan, suhunya bisa turun hingga serendah 400 Celsius di bawah nol. Namun demikian, air hujan tak pernah menjadi partikel-partikel es. (Ini tentu saja berarti ancaman yang fatal untuk makhluk hidup di bumi.) Alasannya adalah bahwa air di atmosfir itu air murni. Sebagaimana yang kita tahu, air murni sulit membeku, di suhu yang sangat rendah sekalipun.
Maha suci Allah....

Label:


Selanjutnya!

diposting oleh Suparman @ 09.52   2 Komentar

20 Desember 2008

I love u kerupuk jengkol!


Hari ini saya begitu bahagia. Bukan karena weekend, atau menjelang liburan, tapi karena sejak 3 hari yang lalu, kerupuk jengkol yang selalu saya rindukan akhirnya kembali hadir dalam hidupku. Sekarang setiap pagi mang emid selalu membawakan pesanan rutinku itu. karena kerupuknya masih mentah, jadi harganya lebih murah, cuma Rp.2000. tapi kalau digoreng jadi jauh lebih banyak dari beli kemasan di warung. Lumayan...

Berbicara tentang kerupuk jengkol memang ga ada matinya. makhluk ini adalah salah satu anggota himpunan kerupuk. tapi bagi saya, walaupun sama-sama kerupuk, inilah kerupuk yang paling hebat. Saya yakin, banyak orang juga suka kerupuk jengkol.

Kenapa saya suka kerupuk jengkol?

Ini pertanyaan yang awalnya sulit saya carikan jawabannya. Secara fisik tidak ada kelebihan, karena bentuknya hanya berupa elips yang mengalami chaos. secara warna juga tidak terlalu istimewa. malah kesannya "rumeuk". Tapi mungkin karena rasanya dan fungsinya sebagai penambah nafsu makan, saya jadi ketagihan.

saya tidak bisa mengingat persis kapan saya mulai ketagihan kerupuk jengol. walaupun itu bisa dilacak dengan menghitung jumlah zat kerupuk jengkol dalam tubuh saya, tapi saya tidak akan melakukannya. yang pasti, waktu saya kecil, saya sudah ketagihan. saya ingat selalu membeli kerupuk jengkol di warung pa Anib. Harganya Rp. 50

kerupuk jengkol memang makanan favorit saya, tapi justru saya tidak suka jengkol. saya tidak siap dengan resiko yang ditimbulkannya. Seperti juga ketidaksukaan saya dengan durian. saya tidak bisa menerima bau mereka. suka menimbulkan mual-mual dan pusing. kalau kerupuk jengkol justru bisa menghilangkan mual. Rasanya tidak seperti kerupuk biasa, gurih dan kalau kata bahasa prancisnya itu tidak "giung". malahan kalau dikasih pilihan antara kerupuk jengkol dan daging, saya akan memilih kerupuk jengkol.

Hidup kerupuk jengkol!

Label:


Selanjutnya!

diposting oleh Suparman @ 07.58   2 Komentar

19 Desember 2008

Bismillah....

ehm....test..test....1...2..3
Akhirnya jadi juga blog ini. Mudah-mudahan kehadirannya bisa membawa maslahat bagi siapapun yang menginginkan kebaikan. Jika ada hikmah yang bisa diambil dari blog ini, itu semata dari Allah SWT. Jika ada keburukan, andalah yang bertangung jawab!.... :) . just kidding! ampuuuun......!

Buat temen-temen senior dalam dunia per-blog-an di As-Syifa, mohon diajari! komentar dan sharing informasinya. maklum masih newbie...he..he

Blog ini isinya apa ya?
wah..... ini dia pertanyaan yang pertama muncul dibenak saya sehingga akhirnya jadilah blog ini. Mmm...semuanya tentang "duniaku". Apa aja (naon wae) asal ada manfaatnya, terutama buat para guru, pendidik, kepala sekolah, murid, orang tua dan para pembajak software dan pembajak ilmu!

Dari mulai kerupuk jengkol sampai tips trik lingo programming, bakal saya hadirkan disini. doain aja ya...! khan ceuk saya ge...ini blog tentang "duniaku". jadi naon weh lah kumaha saya.
tos sakitu heula..hatur nuhun.
jangan takut bermimpi, karena mimpi ga bayar!

Label:


Selanjutnya!

diposting oleh Suparman @ 14.48   7 Komentar